Waterproofing
Proses melapisi permukaan bangunan dengan bahan khusus untuk mencegah rembesan air. Penetrasi air ke dalam strruktur bangunan dapat mengakibatkan kerugian, dalam hal biaya perbaikan akibat kebocoran tersebut termasuk waktu tunggu pada saat perbaikan. Perlindungan terhadap penetrasi air ke dalam struktur harus dilakukan menyeluruh dari mulai basement, sisi vertical, hingga bagian atap.
Tipe waterproofing berdasarkan proses aplikasi :
-
Non Exposed
Tidak dapat terpapar langsung dengan UV dan harus diberi penutup diatasnya seperti : pasangan keramik, plaster, beton, atau top coat anti UV.
-
Exposed
Dapat langsung terpapar UV.
-
Integrally
Mempercepat waktu setting time.
-
Injection
Diaplikasikan pada area yang terjadi kebocoran, dengan metode memasukkan cairan resin pada beton retak yang menyebabkan kebocoran.
| Area Aplikasi | Tipe & Bahan |
|---|---|
| Area basah (kamar mandi, teras, area cuci, balkon, kolam dangkal) |
Tipe non exposed Cement based (2 komponen Part A - cairan, Part B - powder) |
| Atap beton |
Tipe exposed Polyurethane, polyurea, exposed torch membrane Tipe non exposed Cement based, non exposed torch membrane, Injection, PU atau epoxy based material |
| Box planter, roof garden |
Tipe non exposed Polyurethane based |
| Basement, ground tank, pit lift |
Tipe integrally Crystalline Injection, saat konstruksi selesai dan masih terdapat kebocoran, menggunakan PU injection |
| Dinding exterior |
Tipe exposed Acrylic based, PU-acrylic hybrid |